Jalan Tol Serangan – Tanjung Benoa

Jalan Tol layang (penghubung Tanjung Benoa – Pulau Serangan) yang diwacanakan sejak dulu, di tahun ini akan segera terwujud. Seperti yang kami kutip dari berita online Media Indonesia dibawah ini:

DENPASAR–MICOM: Rencana pembangunan jalan tol layang yang akan menghubungkan Tanjung Benoa Bali dengan Serangan di Bali diharapkan dapat menjadi jawaban untuk mengatasi masalah infrastruktur di pulau itu.

Hal itu dikemukakan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman, saat melakukan peninjauan rencana pembangunan jalan tersebut, dengan menyusuri Teluk Benoa, Jumat (30/9).

“Sebagai tulang punggung pariwisata nasional, pertumbuhan di Bali sangat luar biasa dan di luar perkiraan. Kendala utama di Bali adalah infrastrukturnya. Walaupun sudah agak terlambat, pembangunan jalan tol ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk memperbaikinya,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Eddy Bambang dari Divisi Teknik PT Jasa Marga menerangkan, jalan tol sepanjang sekitar 10 kilometer tersebut akan mulai dikerjakan pada Nopember 2011. Pembangunan jalan tol yang sebagian besar berada di atas laut dan hutan mangrove tersebut ditargetkan dapat rampung pada semester awal tahun 2013.

“Kami menargetkan pembangunan dapat selesai pada semester pertama 2013, yakni sebelum pelaksanaan pertemuan APEC di Bali pada semester kedua 2013,” tuturnya.

Dia menambahkan, pembiayaan pembangunan jalan tol tersebut sekitar Rp2,4 triliun, dengan dibiayai oleh konsorsium tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Selain Jasa Marga, enam BUMN lainnya adalah PT Pelabuhan Indonesia III, PT Angkasa Pura I, Bali Tourism Development Centre (BTDC), PT Wijaya Karya, PT Hutama Karya, serta PT Adhi Karya.

Irman mengusulkan agar jalan tol layang tersebut dibangun dengan membubuhkan nilai-nilai seni dan kebudayaan Bali. Hal ini penting, agar jalan layang tersebut dapat menjadi ikon dan menambah objek wisata bagi para pelancong baik domestik maupun asing.

“Kalau bisa jalan tol layang ini memilliki multifungsi, sehingga bisa menjadi ikon baru Bali. Jadi bukan sekedar untuk transportasi, tetapi juga untuk pariwisata,” jelasnya.

Bahkan ia mengusulkan agar pada ruas jalan tol sepanjang 10 kilometer itu juga dibangun jalan khusus bagi pengguna sepeda motor, pengguna sepeda dan juga jogging track untuk pejalan kaki.

“Saya mengusulkan agar disediakan ruas jalan untuk pengendara sepeda serta jogging track untuk pejalan kaki,” kata Irman. (Wta/OL/OL-3)

Recent Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>